Perang Uang Tanda Kasih Sayang

Bagi orang Manado (atau yang tinggal di Manado) ungkapan "Torang samua basudara" sering digaungkan dengan bangga untuk menunjukkan betapa eratnya tali persaudaraan masyarakat di tanah Nyiur Melambai ini. Tapi ada juga ungkapan lain yang berkata "Sudara sih sudara, mar doi nda basudara" artinya "Saudara ya saudara, tapi duit gak bersaudara" 😅

Ungkapan tentang doi nda basudara mungkin terdengar tak berperasaan, tapi anehnya tadi pagi saya tiba-tiba teringat ungkapan ini ketika menyaksikan "perang uang" antara Pak Sopir dengan Ibu penumpang di transportasi umum yang saya tumpangi.

Pagi tadi, seperti biasanya saya ke kantor naik transportasi publik mikrolet (atau di daerah lain disebut angkot). Ketika saya naik, hanya ada Pak Sopir dan 1 Ibu penumpang. Berhubung Ibu itu duduk di bangku yang berada di baris kedua dekat pintu dan tas berisi hasil berbelanja di pasar diletakkan di sampingnya, maka saya memutuskan untuk duduk di baris pertama. Bukannya karena saya takut baju saya kotor, tapi saya tidak mau melangkahi ikan dan bumbu-bumbu lainnya yang ada di tas belanja si Ibu penumpang, dan tidak mau ribet 😅😆. FYI saja, tempat duduk angkot di Manado tidak sama dengan yang ada di kota lain. Kalo di kota lain hanya Pak Sopir dan penumpang di depan yang duduk menghadap ke depan sedangkan yang di belakang penumpang duduk saling berhadapan, di Manado semua tempat duduk menghadap ke depan, jadi tidak ada penumpang yang duduk berhadap-hadapan sambil tersipu malu 😁

Ilustrasi Gambar Mikrolet diManado & sekitarnya (Photo from Google)

Dalam perjalanan itu, Pak Sopir dan si Ibu Penumpang bercakap-cakap ringan tentang tempat berjualan si Ibu Penumpang. Adalah hal yang sangat lumrah ketika dalam angkot para penumpang bercakap-cakap dengan Pak Sopir tentang topik apa saja. Dan ini juga adalah salah satu alasan kenapa saya suka naik angkot ke kantor. Saya bisa mendapatkan info ter-update dari Pak Sopir dan penumpang lainnya yang sudah bangun pagi-pagi, membaca koran/nonton siaran berita pagi di TV, kemudian memulai hari untuk mengais rezeki. Tidak jarang saya mendapat banyak pelajaran hidup dari percakapan di angkot. Sayangnya, anak muda sekarang banyak yang lebih memilih memakai headset sambil mendengarkan alunan musik dari handphone mereka daripada bersosialisasi dalam grup diskusi dadakan yang sering terbentuk di angkot itu.

Kembali ke cerita Pak Sopir dan si Ibu Penumpang. Dalam diam saya menyimak percakapan kedua orang tadi. Tak lama kemudian, si Ibu Penumpang memberitahu Pak Sopir untuk berhenti. Setelahsi Ibu Penumpang turun dari angkot, Ibu Penumpang memberikan 2 lembar uang dua ribu rupiah kepada Pak Sopir yang dengan jelas menolak bayaran tersebut. Uang itu lalu dilemparkan Pak Sopir ke luar angkot ke arah si Ibu Penumpang, sambil berteriak "Sudah jo bayar (Gak usah bayar)" sambil tancap gas untuk menghindari si Ibu penumpang yang ternyata cukup sigap untuk melemparkan kembali uang tersebut, yang kemudian mendarat tepat di punggung Pak Sopir. Karena terlanjur tancap gas, uang tersebut tak dapat dikembalikan Pak Sopir ke si Ibu Penumpang. Merasa sedikit keki karena kejadian tersebut disaksikan oleh saya, Pak Sopir kemudian menjelaskan bahwa Ibu tersebut adalah anak basudara (Sepupu)nya Pak Sopir, dan saya menanggapinya dengan senyum sopan.

Melihat kejadian itu, saya jadi ingat ungkapan tentang doi nda basudara, tapi bukan dilihat dari sisi positif bukan negatifnya. Saya mendapat pelajaran dari Pak Sopir yang dengan tulus memberi tumpangan bagi si Ibu penumpang saudaraya itu tanpa mengharapkan bayaran, dan saya juga belajar dari si Ibu penumpang bahwa kita harusnya mendukung saudara kita yang sedang berusaha bekerja mencari uang tanpa mengharapkan mendapatkan keuntungan untuk diri sendiri. Mereka menunjukan kasih persaudaraan mereka dengan saling memahami dan mendukung dalam tindakan.

Kejadian lempar melempar uang yang saya saksikan tadi pagi menjadi pengingat bagi saya. Terima kasih ya Pak Sopir dan Ibu Penumpang untuk pelajaran hidup yang kalian ajarkan pada saya pagi ini. Semoga kalian terus dalam lindungan Tuhan. Tuhan menyertai selalu 😇

Comments

Popular Posts