Tentara Terfavoritku
Papi...
Kebanggaan terbesarku adalah menyandang status sebagai anakmu
Bahagia terbesarku adalah mendengar celotehan ringan dan ejekan dalam senyummu kala aku bersamamu
Menghabiskan waktu bersamamu adalah momemn terbaik yang ku simpan dalam ruang hati terdalamku
Papi...
Masih jelas dalam ingatanku, waktu aku kecil, aku selalu enggan melepas pelukan perpisahanku denganmu
Waktu aku kecil, aku selalu merindumu kala kau pergi jauh menunaikan tugas keprajuritanmu
Aku ingat kala aku merindumu dan demamku meninggi,obat rindu paling mujarab bagiku adalah pakaian dengan bau keringatmu
Papi...
Harapanku tahun ini sesederhana ucapan Selamat Ulang Tahun darimu yang selalu kau ucapkan dalam kelembutan suaramu yang tegas
Tapi...ketika melihatmu terbaring lemah dengan bantuan alat medis, harapanku menjadi lebih jelas
Aku berharap, Tuhan mendengarkan seruanku dalam cemas
Seruan tentang kesembuhanmu
Seruan tentang mendengar kembalii canda tawamu
Seruan tentang hadirmu saat hari bahagiaku
Tapi ternyata...Tuhan menyatakan rancanganNya yang dahsyat pada hari kedua aku hidup sebagai gadis 28 tahun yang dewasa
Engkau, Tentara Terfavoritku, dipanggil menjadi bagian tentara Allah di Rumah Bapa
Papi...
Hari ini adalah hari terakhir kami bersama ragamu
Namun kenangan dan ajaran yang kau ajarkan selama 28 tahun adaku akan tetap mejadi pedoman hidupku
Cinta dan kasihmu yang kurasakan sebagai gadis kecilmu kelak akan kuteruskan kepada pendamping hidupku
Rasa aman dan terlindungi sebagai anggota keluargamu akan tetap aku pelihara bersama Mami dan Kakak-Kakakku
Tuhan...
Sampaikan rinduku untuknya
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Akan kubuktikan ku mampu penuhi semua asanya
Aku berjanji tak kan khianati ajaran hidup yang kuterima darinya
Sampaikan padanya rasa terima kasih atas hadirnya bagi kami keluarganya
--------------------------------------------------------------------------------------------------
To be honest, I just redevelop my writing skill, tapi berhubung ini adalah permintaan Ibu teman saya yang sudah saya kenal baik sejak beberapa tahun terakhir ini, jadi dengan bermodalkan ballpoint yang sama caplok dari meja penyambut para pelayat, 2 lembar kertas yang disobek dari entah bukunya siapa, dan beberapa lembar tissue untuk mencegah air mata dan ingus membasahi kertas sudah dipenuhi tulisan dan coretan saya, saya tetap berusaha sebisa mungkin menyusun kalimat-kalimat ini sambil mendengarkan Khotbah Ibu Pendeta yang memimpin Ibadah Pemakaman kala itu.
Berikut versi asli yang saya bacakan sambil diiringi nyanyian Yang Terbaik Bagimu-nya Ada Band :
Kiranya penghiburan Kristus tetap menjadi bagian keluargamu, teman. Tuhan menyertai kita semua
Kebanggaan terbesarku adalah menyandang status sebagai anakmu
Bahagia terbesarku adalah mendengar celotehan ringan dan ejekan dalam senyummu kala aku bersamamu
Menghabiskan waktu bersamamu adalah momemn terbaik yang ku simpan dalam ruang hati terdalamku
Papi...
Masih jelas dalam ingatanku, waktu aku kecil, aku selalu enggan melepas pelukan perpisahanku denganmu
Waktu aku kecil, aku selalu merindumu kala kau pergi jauh menunaikan tugas keprajuritanmu
Aku ingat kala aku merindumu dan demamku meninggi,obat rindu paling mujarab bagiku adalah pakaian dengan bau keringatmu
Papi...
Harapanku tahun ini sesederhana ucapan Selamat Ulang Tahun darimu yang selalu kau ucapkan dalam kelembutan suaramu yang tegas
Tapi...ketika melihatmu terbaring lemah dengan bantuan alat medis, harapanku menjadi lebih jelas
Aku berharap, Tuhan mendengarkan seruanku dalam cemas
Seruan tentang kesembuhanmu
Seruan tentang mendengar kembalii canda tawamu
Seruan tentang hadirmu saat hari bahagiaku
Tapi ternyata...Tuhan menyatakan rancanganNya yang dahsyat pada hari kedua aku hidup sebagai gadis 28 tahun yang dewasa
Engkau, Tentara Terfavoritku, dipanggil menjadi bagian tentara Allah di Rumah Bapa
Papi...
Hari ini adalah hari terakhir kami bersama ragamu
Namun kenangan dan ajaran yang kau ajarkan selama 28 tahun adaku akan tetap mejadi pedoman hidupku
Cinta dan kasihmu yang kurasakan sebagai gadis kecilmu kelak akan kuteruskan kepada pendamping hidupku
Rasa aman dan terlindungi sebagai anggota keluargamu akan tetap aku pelihara bersama Mami dan Kakak-Kakakku
Tuhan...
Sampaikan rinduku untuknya
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Akan kubuktikan ku mampu penuhi semua asanya
Aku berjanji tak kan khianati ajaran hidup yang kuterima darinya
Sampaikan padanya rasa terima kasih atas hadirnya bagi kami keluarganya
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Barisan tulisan di atas adalah versi kedua dari kalimat bermakna yang saya buat dan bacakan dalam Ibadah Pemakaman Ayah dari seorang teman di persekutuan Pemuda di gereja kami. Untuk versi asli yang saya tulis beralaskan perosotan di depan ruang kelas TK, dapat di baca di bagian akhir postingan ini.
To be honest, I just redevelop my writing skill, tapi berhubung ini adalah permintaan Ibu teman saya yang sudah saya kenal baik sejak beberapa tahun terakhir ini, jadi dengan bermodalkan ballpoint yang sama caplok dari meja penyambut para pelayat, 2 lembar kertas yang disobek dari entah bukunya siapa, dan beberapa lembar tissue untuk mencegah air mata dan ingus membasahi kertas sudah dipenuhi tulisan dan coretan saya, saya tetap berusaha sebisa mungkin menyusun kalimat-kalimat ini sambil mendengarkan Khotbah Ibu Pendeta yang memimpin Ibadah Pemakaman kala itu.
Berikut versi asli yang saya bacakan sambil diiringi nyanyian Yang Terbaik Bagimu-nya Ada Band :
![]() |
| Halaman 1 |
![]() |
| Halaman 2 |
![]() |
| Halaman 3 |
Kiranya penghiburan Kristus tetap menjadi bagian keluargamu, teman. Tuhan menyertai kita semua




Comments
Post a Comment