Teruntuk 28 September

Siang yang terang mengguncang pelan, sedikit terkesiap namun tetap tenang
Sore yang syahdu diiring adzan berubah riuh kala bencana bertandang
Tanpa peringatan gemuruh itu menerpa tempat berpijak
Ketakutan dan teriakan seakan bersahut-sahutan dalam keriuhan ombak
Keinginan untuk bertahan hidup memberi kekuatan untuk berjuang
Doa mohon pertolongan Sang Khalik terlafal nyaring dari mulut semua orang

Gemuruh itu tak diam tapi menyisakan sunyi yang mencekam
Riuh rendah terdengar dari kejauhan seakan kehidupan berakhir kelam
Teriakan bersahut-sahutan mencari keluarga yang terpisah jalan
Tangisan gadis kecil dalam dekapan ibunya terdengar begitu memilukan
Kesempatan berkabar hilang bersama gelombang
Berserah penuh kepada Sang Pencipta memberi penguatan kala semua terasa hilang





Comments

Popular Posts