Coretan Hati Yang Terlukai

Kita dicurangi keadaan. Aku dengan adaku, kau dengan tiadaku. Ku coba menepis semua perih, namun rasa ini nyata senyata air mata yang diam-diam bergulir tanpa permisi.

Nafasku memburu, aku cemburu, kau berlalu.

Entah berapa kali aku merutuki diriku dalam diam. Semua suara dan kebisingan membaur tak teredam. Kepedihan ini tak mampu ku pendam.
Ah, andai saja kau lebih bisa bersuara, mungkin aku lebih mampu memaknai kata.

* Tulisan ini awalnya di post di blog yang lain, tapi berhubung blog tersebut akan berubah fungsi, jadi post ini dipindah ke sini biar cucok sama nama blognya 😆😆😆

Comments

Popular Posts