Jalan Kaki Saja Bisa Semenyenangkan Ini

Postingan ini sudah saya tulis sejak tanggal 5 Agustus 2015, tapi sayangnya belum selesai ditulis saya sudah harus melakukan hal yang lain. Dan hari ini, pas lagi buka Draft Folder saya memutuskan untuk menyelesaikan postingan ini dan mem-publishnya hari ini. Semoga tidak basi. Hahahahaha.

Kamis, 5 Agustus 2015

Hari ini menyenangkan. Hmmm, bukan. Malam ini menyenangkan. Terlalu menyenangkan sehingga
membuat saya tidak mampu menahan keinginan untuk tersenyum sumringah, bahkan kepada orang yang tidak saya kenal. Saya senang bukan karena mendapatkan hadiah atau promosi atau jadian dengan pacar atau karena ini adalah salah satu hari spesial saya. Saya senang karena saya bisa pulang dari kantor dengan berjalan kaki.

Aneh? Bisa jadi. Bodoh? Mungkin. Tapi ini menyenangkan. Kenapa? Karena saya ingin melakukannya and I do it yet enjoy it. Woooohoooo \(^u^)/

Saya paham benar bahwa bagi kebanyakan orang, berjalan kaki selama 40 menit dengan membawa tas kantor yang lumayan berat yang berpotensi membuat saya berkeringat adalah sesuatu yang terlalu bodoh untuk dilakukan oleh seseorang yang bisa mencapai rumah dalam waktu 5-10 menit dengan naik kendaraan umum dengan tarif Rp. 4.000,-

Ada beberapa alasan yang bisa saya kemukakan sebagai argumen jika ada yang memperdebatkan apa yang baru saja saya lakukan. Tapi jika memang ada yang ingin memperdebatkan hal ini, maka saya akan memilih untuk tersenyum saja. Karena semakin saya menjelaskan mengapa hal ini membuat saya senang dan bahagia, saya akan semakin terdengar bodoh dan tidak masuk akal.

Hmmmm...mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa saya begitu menikmati perjalanan tadi. Saya mungkin akan sulit mengatakan dengan kalimat yang singkat, karena itu saya  akan menceritakan apa yang saya lakukan tadi.

Seperti yang biasanya saya lakukan sepulang kantor, saya harus berjalan melewati sebuah jalan setapak untuk bisa sampai di tempat angkot yang akan membawa saya pulang. Tetapi pada saat saya keluar dari jalan setapak itu, saya memutuskan untuk pulang tanpa angkot, yaitu dengan berjalan kaki. Ini adalah kali kedua saya melakukan hal ini. Sayangnya, perjalanan pertama tidak sempat saya abadikan dalam tulisan di blog ini (ah, sudahlah?!) Okay, balik ke topik malam ini.

Selama perjalanan tadi, ada begitu banyak hal kecil yang ketika dinikmati mampu membuat perasaan bahagia dan  senang menyusup masuk dan mengendap di dalam bagian hati yang menyimpan kenangan indah. Mulai dari trotoar yang sudah diatur rapi oleh pemerintah kota, yang sayangnya jarang digunakan oleh para pejalan kaki, dan lebih sering digunakan oleh para pengendara motor dan para pengiklan yang dengan tidak bertanggung jawab menaruh iklan bisnis mereka di atas trotoar. Selain itu, saya berkesempatan untuk bertegur sapa dengan mereka yang saya lewati sepanjang jalan.

Hal yang paling menyenangkan hati adalah ketika ada yang menawarkan untuk mengantar saya pulang naik motor tanpa minta bayaran. Tawaran ini disampaikan dengan mata yang tersenyum dan suara riang dari orang yang menunjukkan kebaikan hatinya kepada orang yang tak dikenalnya. Sayangnya, karena sejak awal saya bertekad untuk jalan kaki jadi saya menolak dengan memasang senyum termanis sambil mengucapkan terima kasih untuk tawarannya.

Selain itu, saya juga berkesempatan untuk sight-seeing peralatan memancing yang rencananya akan dijadikan kado ulang tahun untuk Papa (yang sayangnya tidak kesampaian karena Ultah Papa tahun ini udah lewat). Hmmmm, mungkin bisa dijadikan hadiah Natal saja. Hehehehe. 

Comments

Popular Posts