#NYT #D2 : Tidak Sama Tapi Peduli = Rukun

Postingan ini adalah lanjutan postingan tangal 10 Jan 2013 yg judulnya #NYT #D1 : Makan & Tidur

1 Januari 2013
Ibadah Tahun Baru adalah hal pertama yang ingin kami lakukan pada tahun yang baru ini. Sayangnya karena berada di Sidoarjo, jadi kami tidak mengetahui gereja mana yang bisa dihadiri dan jam berapa ibadahnya dimulai. Awalnya sempat bingung harus bertanya ke siapa tentang kedua hal itu.
Sempat googling letak dan jam ibadah gereja Protestan terdekat dengan tempat kami tapi hasilnya nihil. Akhirnya saya memutuskan untuk minta bantuan ke tuan rumah untuk cari info dari orang-orang sekitar. Sebenernya sih agak sungkan juga, karena temen saya itu beragama Islam. Tapi ternyata, sebelum kami bertanya, temen saya itu sudah lebih dulu mencari informasi tentang gereja terdekat, yaitu GPIB Bethesda Sidoarjo yang ibadahnya dimulai pukul 9 pagi.
GPIB Bethesda Sidoarjo

Bukan saja mencari info nama, alamat dan jam ibadah gereja tersebut, teman saya bersama suaminya juga mengantar dan menjemput kami ke dan dari gereja bermodalkan GPS. Walaupun sempat sedikit muter-muter, tapi kami sampai tepat sebelum ibadah di mulai dan dijemput setelah ibadah selesai.

Sesi foto selesai ibadah

Waktu nunggu jemputan, kami sempat ngobrol dengan seorang Oma yang nunggu dijemput cucunya. Dalam percakapan singkat tanpa perkenalan itu, Oma bercerita bahwa pada hari Natal yang lalu, beliau ditolong oleh tetangganya yang non Kristen untuk bisa sampai ke gereja dan merayakan Hari Natal bersama saudara seimannya. Beliau bercerita bagaimana tetangganya yang baru pulang dari pasar menawarkan tumpangan ke gereja karena pada saat itu kendaraan umum sangatlah jarang lewat di tempat itu, dan betapa beliau merasa berterima kasih kepada tetangganya itu.


Nah, setelah mengalami kejadian di atas dan mendengar cerita si Oma, saya berkesimpulan bahwa perbedaan bukan alasan untuk tidak saling membantu dan rukun. Selama kita saling menghargai dan peduli, rukun adalah kata yang mudah diterapkan dalam hidup bermasyarakat.

Thanks to Bu Parmo, Tito, Yayuk, Ade Bunga & Bumi
Terima kasih untuk teman saya dan tetangga si Oma yang memberi teladan kerukunan yang penuh keikhlasan. Tuhan memberkati kalian ;)

Comments

Popular Posts