#NYT #D1 : Makan & Tidur
Tahun baru kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kalo tahun-tahun sebelumnya saya merayakan New Year Eve (NYE) di Manado, dan bersama Mama & Papa (kecuali NYE tahun 2010, Papa & Mama di kampung Oma, sedangkan saya dan adik di Manado), tapi tahun ini saya merayakannya berdua dengan adik di rumah tetangga di luar kota Manado (Nah lho, tetanggaan gimana tuh?!).
Liburan tahun baru kali ini, saya melakukan New Year Trip (NYT) bersama adik saya. It is officially our first vacation together to outside Manado.
Okay, mungkin ada yg menganggap kami adalah orang-orang yang bodoh, karena menghabiskan hari pertama liburan dengan melakukan 2 hal yg sangat sering dilakukan ketika kita sedang tidak dalam masa liburan. Tapi hal ini tidak sama seperti yg biasanya.
Piknik di atas transportasi udara itu kami lakukan secara diam-diam, berhubung bekal yang kami bawa tidak masuk dalam list makanan nasional. Kan gak enak juga kalo ternyata ada penumpang yg duduknya deket ngerasa terganggu dengan menu makanan kami, tapi untungnya no one noticed and complained about it.
Liburan tahun baru kali ini, saya melakukan New Year Trip (NYT) bersama adik saya. It is officially our first vacation together to outside Manado.
Dalam postingan ini dan postingan selanjutnya, saya akan coba menggambarkan NYT 2013, day by day (mudah-mudahan bisa inget ;p) Selain menceritakan aktifitas kami, saya juga ingin mengambil beberapa pelajaran dari NYT ini.
Okay, mungkin ada yg menganggap kami adalah orang-orang yang bodoh, karena menghabiskan hari pertama liburan dengan melakukan 2 hal yg sangat sering dilakukan ketika kita sedang tidak dalam masa liburan. Tapi hal ini tidak sama seperti yg biasanya.
Saya memulai NYT bersama adik saya dengan menjejakkan kaki di Bandara Sam Ratulangi Manado, yg kemudian berakhir di Bandara Juanda. Untuk bisa sampai ke Juanda, kami berdua memilih transportasi udara. Sayangnya, harga tiket tidak termasuk dgn snack/makanan, jadi kami bawa bekal sendiri. 60 menit setelah pesawat take off, sebagian besar penumpang sudah terlelap di kursi masing-masing, tapi ada 2 penumpang yg hanya sibuk unloading tas untuk menyantap bekal makanan yg disiapkan dari rumah. Ya, 2 penumpang itu adalah saya & adik saya :))
Piknik di atas transportasi udara itu kami lakukan secara diam-diam, berhubung bekal yang kami bawa tidak masuk dalam list makanan nasional. Kan gak enak juga kalo ternyata ada penumpang yg duduknya deket ngerasa terganggu dengan menu makanan kami, tapi untungnya no one noticed and complained about it.
Selesai makan, kami memutuskan untuk bergabung dengan sebagian besar penumpang yg sejak awal sudah mengambil posisi tidur yg nyaman. Sayangnya, belum lama mengistirahatkan mata, pesawat ternyata sudah memasuki area Bandara Juanda.
Sampai di Juanda, kami dijemput oleh tetangga saya, yang rumahnya akan menjadi tempat perteduhan untuk beberapa hari ke depan. Tiba di rumah teman saya di Sidoarjo, hal pertama yang kami lakukan adalah makan siang + makan kue khas Manado yang tadi sepesawat dengan kami. Setelah perut kenyang, kami ngobrol, bernostalgia, bercanda dan tertawa dengan keluarga teman saya. Sayangnya, kami tak bisa berlama-lama bercerita, karena letih sudah mulai menjalar di sekujur tubuh.
Kenyang + senang = mimpi indah.

Comments
Post a Comment