Sukses Adalah Keputusan Pribadi
Ketika saya memutuskan untuk menulis tulisan ini, saya menyadari bahwa sukses adalah The Most Wanted 'Thing' In The World. Tapi dalam tulisan ini saya tidak akan berbicara tentang apa tips & trik meraih sukses dalam hidup manusia, karena secara sadar saya mengakui bahwa kemampuan saya mendefinisikan kesuksesan sangat sangat jauh jika dibandingkan dengan para motivator sukses yang sangat terkenal di Indonesia seperti Mario Teguh, Andrie Wongso, Tung Desem Waringin dkk. You name it.
Nah sekarang, karena saya tidak bisa memberikan tips tentang bagimana menjadi sukses, mungkin ada yang bertanya, apa sebenarnya tujuan dari tulisan ini. Sebenarnya keinginan untuk menulis tentang sukses di blog ini muncul ketika salah seorang sahabat saya yang dipercayakan untuk memerankan satu peran penting dalam teater yang akan diikuti oleh Pemuda di gereja saya menyatakan bahwa dia tidak punya kemampuan dalam bermain teater dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim teater. Sangat disayangkan sebenarnya, karena pada saat audisi, dia adalah satu-satunya orang yang cocok untuk peran itu (Still hope to see you perform on the stage, dude). Selain itu, ada sahabat saya yang nowadays sifat rendah hatinya sementara bertransformasi menjadi sifat rendah diri dan sering menyebut dirinya tidak berguna dan tidak bisa membahagiakan orang-orang yang dicintainya (C'mon you're not that bad, dear #SS).
Waktu teman gereja saya menyatakan resignationnya bersamaan dengan pengakuan sahabat saya bahwa he is bad, saya jadi ingat 2 kejadian yang pernah saya alami bertahun-tahun yang lalu.
Kejadian yang pertama adalah ketika saya belajar naik kendaraan roda dua tanpa mesin a.k.a sepeda. Berhubung kejadiannya sudah lama sekali, saya tidak bisa mengingat kapan saya mulai belajar naik sepeda, siapa yang mengajari saya, di mana saya belajar naik sepeda, berapa banyak luka yang saya derita, tapi saya masih mengingat dengan jelas bagaimana rasanya berhasil mengendarai sepeda dengan baik setelah semua keringat, airmata dan luka yang saya derita. Saya masih mengingat bagaimana saya begitu membangga-banggakan kemampuan saya bersepeda kepada semua teman bermain saya. SAYA TAU BERSEPEDA dan saya menyebutnya SUKSES.
Kejadian kedua yang saya ingat adalah ketika saya belajar membawa kendaraan roda dua yang bermesin a.k.a motor. Ketika tercetus ide untuk belajar bawa motor, saya adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Manado, jauh lebih berani dibandingkan dengan si kecil Cichi yang berhasil menaklukan rasa takut dgn semua luka yg diderita gara-gara belajar bersepeda. Setelah membuat list calon tutor, akhirnya saya memutuskan untuk belajar bawa motor dari kembaran Mama yang sangat sangat mahir membawa motor, bahkan dalam keadaan mabuk sekalipun (yang ini jangan ditiru ya?! hehehehehe). Berhubung pada siang hari Om saya cukup sibuk di kantornya, maka kami memilih malam hari sebagai waktu yang tepat untuk belajar motor. Dan lapangan volley di lingkungan saya tinggal adalah tempat yang kami pilih untuk belajar motor. Saya tidak ingat berapa kali saya diajarkan untuk bisa mengendarai motor, tapi yang saya ingat terakhir kali saya belajar, saya secara tidak sengaja meng-gas motor yg saya kendarai ketika saya berupaya untuk mengerem motor tersebut. Alhasil, saya jatuh dari motor. Untung saja, saya tidak mengalami luka parah. Setelah kejadian itu, saya memutuskan untuk berhenti belajar motor. SAYA TAKUT & BERHENTI, dan saya GAGAL/TIDAK SUKSES.
Dari kedua kejadian ini, saya menyadari bahwa KEPUTUSAN MENJADI SUKSES ATAU GAGAL ADALAH KEPUTUSAN DIRI SENDIRI. Tidak ada seminar motivasi atau benda tertentu atau orang lain yang bisa membuat kita sukses. Kita sukses ketika kita mengambil keputusan dan tindakan untuk sukses. Ketika kita berkata bahwa kita tidak mampu, itu berarti kita sementara memupuk ketidakpercayaan kepada diri sendiri. Kita sementara memberi kesempatan kepada KEGAGALAN yang dengan senang hati akan melahap semua keragu-raguan kita dan membuat kita jatuh. Ketika kita berhenti percaya atas kemampuan dan talenta yang Tuhan beri bagi kita, kita GAGAL.
Ada satu kalimat bijak dari Z. Ziglar yang saya rasa sangat benar dan sering saya pasang pada status bbm saya. Berikut rangkaian kata-kata indah yang bisa dijadikan reminder bagi kita tentang cara kita berbicara pada diri sendiri :
The most influential person
Who will talk to you all day, is you
Who will talk to you all day, is you
Be very careful about what you say to you
:: Z. Ziglar ::
Ketika saya mencari tau Top Ten Motivator Sukses di
Indonesia, saya menemukan bahwa si penulis yang membuat ranking itu
menulis DIRI SENDIRI pada urutan pertama. Sepertinya si penulis itu memiliki pemikiran yang sama dengan Om Ziglar ^_^
Karena itu, saya sangat berharap kedua sahabat saya dapat membaca tulisan ini dan mulai memperkatakan hal baik tentang dirinya sendiri dan kembali menarik semua KESUKSESAN kembali kepadanya. Karena sebagai sahabat, saya tau mereka jauh lebih mampu membuat diri mereka sukses dibandingkan dengan Om Hary Tanoesoedibjo ;)
Karena itu, saya sangat berharap kedua sahabat saya dapat membaca tulisan ini dan mulai memperkatakan hal baik tentang dirinya sendiri dan kembali menarik semua KESUKSESAN kembali kepadanya. Karena sebagai sahabat, saya tau mereka jauh lebih mampu membuat diri mereka sukses dibandingkan dengan Om Hary Tanoesoedibjo ;)

tulisan yg menggugah hati gw.
ReplyDeleteD
Special delivery ;)
DeleteHahahahahaha