My "Big" Little Sister - Teguran, Wujud Nyata Kasih
Hari ini saya memutusan untuk spend my weekend dengan beres-beres rumah. Di rumah, ada aturan tak tertulis yang menyatakan bahwa kebersihan dapur adalah tanggung jawab adik saya, dan saya bertanggung jawab dengan kebersihan ruang tamu, yang kemudian melebar menjadi ruang tamu + kamar I + kamar II >.< Tapi sejak ada aturan lembur setiap hari Sabtu pas awal taun ini di kantor saya, saya 'sedikit' melalaikan tanggung jawab saya yang satu ini. Sebenarnya sih sejak itu udah jarang banget bersih-bersih rumah, walopun udah gak lembur pas weekend *confession :p
Naaaah tadi pagi, entah kesambet ato apa, pas bangun saya langsung memperlengkapi diri dengan sapu + kain pel + ember + kemoceng + clear + kain lap. Can you imagine my figure at that time?! :s :D Okay, that's not the point.
Kembali ke cerita bersih-bersih, pukul 10.30 ketika adik saya pulang dari gereja bertepatan dengan selesai digorengnya 2 telur dadar dan 1 telur mata sapi, saya memutuskan to have a brunch break. Waktu itu, adik dan mama saya juga memutuskan untuk makan bersama.
Satu hal yang menarik dan saya syukuri dari girls talk pas makan siang tadi adalah ketika adik saya yang memiliki perawakan yang lebih besar dari saya, menegur saya, ato lebih tepatnya mengingatkan saya untuk pergi ke gereja jam 5 sore. Dia berkata bahwa saya sudah jarang pergi ke gereja dan jika saya tidak ke gereja hari ini, ini akan menjadi minggu ketiga saya tidak pergi ke gereja yang jaraknya hanya 5 langkah dari pintu rumah saya (Yup, the church is my neighbor ^_^). Mendengar kata-kata adik saya, saya hanya tersenyum dan tidak berkomentar apa-apa, malah mengalihkan pembicaraan dan menjadikan mama sebagai lawan bicara saya. Setelah itu, saya melanjutkan pekerjaan saya.
Jam 4.30 sore ketika saya hampir menyelesaikan pekerjaan menyortir berkas mana yang harus disimpan dan mana yang harus dibuang, hati kecil saya memerintahkan saya untuk segera menyelesaikan pekerjaan saya dan segera mempersiapkan diri ke gereja.
Jam 6:00 saya sudah berada di dalam gereja, duduk di bangku paling depan dan siap untuk beribadah kepada Tuhan. Saat itu, saya menyadari bahwa kalo bukan karena teguran adik saya yang kelewat chubby itu, saya mungkin tidak akan bisa mendengarkan khotbah bahwa Yesus berdoa bagi murid-muridNya dan bagi mereka yang dilayani oleh murid-muridNya, termasuk saya. Dan itu berkat teguran adik saya. Dari kejadian ini, saya jadi lebih memahami apa yang dimaksudkan Raja Salomo ketika berkata :
"Lebih baik teguran yang nyata-nyata,
daripada kasih yang tersembunyi"
(Amsal 27:5)
Adik saya menyatakan kasihnya dengan cara menegur saya secara blak-blakan, bahkan di depan orang tua saya, tanpa merasa takut dengan konsekuensi memancing kemarahan saya, yang berujung subsidi snack akan berkurang :D. Dan thank God karena amarah bukanlah hal yang menjadi pilihan saya menanggapi teguran tadi.
Saya kembali menyadari bahwa saya memang dikaruniai keluarga yang luar biasa dan harus selalu bersyukur karena memiliki mereka. Saya bersyukur kepada Tuhan atas mama dan papa yang sudah mengajar kami bagaimana cara mengeluarkan pendapat (termasuk memberi kritikan) dengan pendekatan yang benar dan bagaimana cara menerima semua teguran atau kritikan dengan sikap yang benar. Dan bersyukur untuk adik saya yang tidak takut menegur saya ketika saya melakukan kesalahan.
Naaah...berhubung tokoh utama dalam tulisan ini adalah adik saya, maka akan terasa kurang adil kalo tidak ada sedikit info tentang pribadinya. Karena itu, sekalian saya meng-attach fotonya di tulisan ini :)
Arini Pamona
Mahasiswi Semester 5, Fakultas Pertanian UNSRAT
Jurusan Sosial Ekonomi
Thank you ya Odeee....eike doain si Bold cepat sembuh supaya bisa bbman lagi :p ;)
FYI, hp bbnya sedang rusak, kalo ada yang mau sumbangin blackberry bisa contact saya ajah yaaah :D
FYI, hp bbnya sedang rusak, kalo ada yang mau sumbangin blackberry bisa contact saya ajah yaaah :D



emang dasar malas loe :p
ReplyDeleteD
Hahahahahaha. You know me lah :p
Deletewkwkwkwk.. keberatan sih lu chi.. berat dibadan, jdinnya agak mals.. wkwkwkwk
ReplyDelete*tapi terharu. "Kindahan kehangatan ditengah2 keluarga " kebahagiaan yg tak terhingga.
*omes*
Beeeh main fisik nih si Omes >.<
Delete