Cinta Itu Anugerah

Semalam waktu pulang dari kantor, secara tidak sengaja saya mendengarkan percakapan 2 gadis kecil yang duduk di kursi angkot bagian tengah, di belakang saya. Awalnya saya merasa sedikit terganggu dengan volume suara mereka pada saat berbicara, tapi ketika saya mendengarkan secara seksama tentang topik yang mereka bicarakan, saya jadi tertarik untuk mendengarkan lebih.

Tema percakapan 2 gadis kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini adalah tentang cinta. Melihat usia mereka mungkin akan banyak orang yang mencibir dan akan langsung memberi nasihat bahwa pada usia mereka saat ini, cinta bukanlah hal yang cocok untuk mereka. Mungkin juga ada yang akan langsung  mengambil kesimpulan bahwa itu adalah cinta monyet.

Saya tertarik pada reaksi si gadis kecil yang malam itu secara tidak sengaja didaulat menjadi sumber inspirasi saya untuk menulis tulisan ini, ketika saudaranya yang lebih tua bertanya siapa pacarnya saat ini. Di dalam hati, saya protes : "Haloooo...lulus SD saja belum, ngapain udah ngomongin pacar?! Anak zaman sekarang" sambil geleng-geleng kepala (abis mikir gitu, jadi realize dengan umur sendiri....hahahahahaha). Okay kembali ke reaksi si gadis yang lebih kecil. Ketika dia mendengar pertanyaan itu, gadis itu langsung tertawa malu. Reaksinya membuat lawan bicaranya semakin penasaran dan mendesaknya menjawab apakah pacarnya adalah pria yang lebih dewasa darinya, berapa selisih umur mereka, kelas berapa dia sekarang, and so on, and so on. Setelah diberondong dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, akhirnya dia mengaku bahwa pacarnya adalah anak kelas 1 SMP, jadi selisih umur mereka adalah 3 tahun.

Sementara saya menjadi pendengar yang baik dari percakapan dua anak tadi, saya mencoba membanding-bandingkan reaksi anak gadis yang kecil ini dengan beberapa teman saya (yang adalah gadis dewasa) ketika mereka berada dalam situasi yang sama (FYI, saya adalah tempat curhat abadi ^_^). Yang saya maksud dengan situasi yang sama adalah ketika mereka punya perasaan suka pada lawan jenis mereka. And viola......saya mendapati bahwa reaksi mereka sama. Malu-malu, sering bercerita tentang orang yang disukai, merasa marah ketika ada gadis yang mendekati pria yang mereka suka, dst dst dst ;p

Lepas dari apa pendapat orang tentang percakapan kedua anak ini, saya pribadi mendapat kesimpulan bahwa semua orang, besar atau kecil, kaya atau miskin, hitam atau putih, pada titik-titik tertentu pada hidup mereka akan merasakan yang namanya cinta. Kadang kita tak tau kapan & kepada siapa kita akan merasakan perasaan cinta itu. Tapi yang perlu kita lakukan adalah berterima kasih kepada Tuhan karena kita masih memiliki kasih kepada sesama. Cinta itu anugerah yang harus disebarkan. Love is a give, and we have to share it to other. Love is all over the world. Jadi jika hari ini ada cinta yang Anda rasakan, syukuri dan spread the love ^O^

A bell’s not a bell ’til you ring it 
A song’s not a song ’til you sing it 
Love in your heart wasn’t put there to stay 
Love isn’t love ’til you give it away! 
:: Oscar Hammerstein II ::

Comments

  1. kayanya judul yg tepat "love is blind" deh chi (klise bgt sih judulnya) hahahaa....ya kaya lu bilang cinta ga mandang batasan apapun
    btw ada 1 pertanyaan yg mengganggu nih..anak SD aja udah pada punya pacar..klo lu..??? "hallooooowww.... #kabooorr :p

    ReplyDelete
  2. Wkwkwkwkwk....gila comment loe bos, dalem banget >.<
    Makasih ide buat judulnya, tapi kayaknya gw ada ide lain deh :p

    ReplyDelete
  3. kecil-kecil makan cinta.....udah gedenya makan apa ya :D

    D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo udah gede, makan asam garama dunia donk, Om....hahahahaha

      Delete

Post a Comment

Popular Posts